FPI-GNPF Dkk Akan Gelar Tindakan 212, Kali Ini Angkat Rumor Korupsi

FPI-GNPF Dkk Akan Gelar Tindakan 212, Kali Ini Angkat Rumor Korupsi
Feb 04 2020
admin

Front Pembela Islam (FPI) sampai Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan mengadakan tindakan berkaitan pembasmian korupsi di Indonesia. Tindakan ini akan diadakan Jumat 21 Februari 2020.
Dalam pengakuan yang diantar Sekretaris Umum FPI Munarman, tindakan ini dilatarbelakangi oleh pencetus yang merasakan perlakuan beberapa masalah mandek. Pencetus ‘Aksi 212 Basmi Mega Korupsi Loloskan NKRI’ bicara masalah lingkaran kekuasaan.

“Negara, dalam soal ini beberapa aparat penegak hukum, sampai sekarang belum memperlihatkan sikap yang serius untuk menuntaskannya. Disangka kuat mandeg serta mangkraknya perlakuan beberapa kasus mega korupsi yang semakin menggila itu sebab menyertakan lingkaran pusat kekuasaan. Tingkah laku itu berlangsung jadi sisi dari modus korupsi mereka untuk pembiayaan politik buat mendapatkan serta melanggengkan kekuasaan,” bunyi pengakuan bersama dengan FPI, GNPF Ulama sampai PA 212, Selasa (4/2/2020).

Tindakan 212 berkaitan korupsi menyorot masalah sangkaan suap PAW anggota DPR yang menyertakan bekas calon legislatif PDIP Harun Masiku serta bekas komisioner KPU Wahyu Setiawan. Mereka menyentuh masalah sangkaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

Baca juga : Game MOBA Lokapala Sah Buka Pendaftaran Open Beta!

“Kita ketahui, beberapa petinggi publik yang dikasih amanah untuk menyejahterakan rakyat, malah berupaya sama-sama membuat perlindungan di antara satu serta aktor mega korupsi yang lain. Apa yang berlangsung pada operasi tangkap tangan (OTT) Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menyertakan politikus PDIP Harun Masiku, memperlihatkan dengan jelas benderang persekongkolan jahat itu. Tidak hanya skandal KPU-Harun Masiku, beberapa masalah mega korupsi yang sampai sekarang tidak jelas penanganannya diantaranya, Masalah yang menangkap Honggo sebagai Direktur PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara sampai Rp35 triliun, masalah PT Jiwasraya yang bikin rugi Rp13 triliun, serta masalah PT Asabri dengan kerugian Rp10 triliun,” demikian pengakuan yang dikirim Munarman.

Atas background itu, pengurus pusat FPI, GNPF Ulama serta Persaudaraan Alumni 212 mengatakan tindakan pada 21 Februari 2020. Mereka mengatakan pengurus wilayah mengadakan pemanasan sebelum pucuk tindakan. Di bawah ini pengakuan tindakan dari GNPF Ulama, FPI serta PA 212:

  •  Semua komponen rakyat Indonesia untuk terus lakukan perlawanan pada rezim yang menyengsarakan rakyat.
  • Semua komponen rakyat Indonesia untuk menekan serta menjaga aparat hukum (KPK, Kepolisian, serta Kejaksaan) untuk selekasnya menyelesaikan beberapa kasus mega korupsi itu dengan menegakkan prinsip keadilan, transparansi, serta akuntabel.
  • Akan mengadakan tindakan demonstrasi besar dengan topik AKSI 212; BERANTAS MEGA KORUPSI SELAMATKAN NKRI yang insyaallah akan dikerjakan di hari Jumat, 21 Februari 2020, jam 13.30-15.30 WIB di Depan Gedung DPR-RI.
  • Mengatakan seluruh pengurus FPI, GNPF Ulama serta PA 212 di beberapa daerah untuk bekerja bersama dengan Ormas-ormas Islam ditempat serta semua komponen ummat mengadakan tindakan mengemukakan inspirasi sama di wilayah/daerah semasing pada Jumat 7 serta 14 Februari 2020 jadi pemanasan mendekati tindakan di Jakarta.
  • Mengatakan seluruh pengurus serta anggota FPI, GNPF U serta PA 212 di beberapa daerah untuk bekerja bersama dengan Ormas-ormas Islam serta organisasi masyarakat ormas dan tokoh nasional ditempat serta semua komponen ummat untuk ramai-ramai hadir ke Jakarta buat ikuti serta terjebak dengan aktif pada AKSI 212; BERANTAS KORUPSI SELAMATKAN NKRI.
  • Menekan pada aparat keamanan pada tingkat pusat atau wilayah supaya profesional dalam melakukan pekerjaan penyelamatan dengan lumrah, dan tidak bertindak represif pada tindakan itu, sesuai hak-hak masyarakat negara untuk bergabung serta mengatakan opini yang dilindungi konstitusi serta UU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *